SEJARAH DESA PENYARINGAN
Desa Penyaringan memiliki sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan perpindahan penduduk dari wilayah Bali Utara. Berdasarkan cerita turun-temurun dan sumber lokal, asal-usul Desa Penyaringan berawal sekitar tahun 1850 Masehi, ketika empat orang bersaudara dari daerah Buleleng (Bali Utara) datang ke wilayah ini. Mereka adalah:
-
I Made Loka
-
I Nyoman Manggis
-
I Ketut Lancing
-
I Ketut Naning
Keempatnya dikenal sebagai pemburu handal yang sering menjelajahi wilayah selatan Bali. Dalam salah satu perjalanannya, mereka menemukan sebuah daerah subur yang dikelilingi sungai. Di lokasi ini, mereka memasang jaring atau alat penyaring di sungai untuk menangkap binatang buruan, khususnya babi hutan dan rusa. Alat tangkap ini dalam Bahasa Bali disebut “nyaring” atau “saringan”, yang kemudian menjadi asal mula nama “Penyaringan.”
Wilayah yang awalnya berupa hutan dan lahan berbukit ini kemudian mulai dibuka sebagai tempat tinggal dan lahan pertanian. Seiring waktu, pemukiman pun berkembang menjadi desa yang lebih terstruktur. Masyarakat terus bertambah dari keturunan para pendiri maupun pendatang dari wilayah lain. Sistem subak (pengairan tradisional Bali) pun mulai diterapkan untuk menunjang pertanian di daerah tersebut.
Secara administratif, Desa Penyaringan resmi diakui sebagai desa dalam wilayah Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Desa ini memiliki struktur adat yang kuat dan menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya Bali Barat. Hingga kini, masyarakat Desa Penyaringan masih menjaga nilai-nilai warisan leluhur melalui upacara adat, sistem subak, dan kearifan lokal lainnya.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin