Pemetaan Wilayah Pertanian Subak Sawah se Desa Penyaringan

01 Juli 2025
Putu Marta Pramunadi Prasetya
Dibaca 46 Kali
Pemetaan Wilayah Pertanian Subak Sawah se Desa Penyaringan

Penyaringan, 01 Juli 2025, Pemerintah Desa Penyaringan melaksanakan kegiatan pemetaan wilayah pertanian subak sawah se-Desa Penyaringan yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jembrana, tim peneliti dari Universitas Indonesia (UI), serta tim ahli dari Jepang. Kegiatan ini berlangsung di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, dengan dukungan penuh dari seluruh kelompok subak yang ada di desa.

Kegiatan pemetaan ini bertujuan untuk memperoleh data spasial pertanian yang akurat sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan dan penguatan ketahanan pangan. Proses pemetaan dilakukan melalui serangkaian kegiatan, di antaranya:

  1. Pengumpulan data luas lahan sawah dan batas wilayah subak menggunakan teknologi pemetaan digital.

  2. Pencatatan data komoditas yang dibudidayakan oleh petani di masing-masing subak.

  3. Identifikasi sistem irigasi, jumlah anggota subak, dan potensi produksi pertanian.

  4. Penerapan metode pemetaan canggih yang diperkenalkan oleh tim peneliti dari Jepang untuk meningkatkan ketepatan data.

Dalam kesempatan tersebut, tim dari Universitas Indonesia memberikan pendampingan teknis terkait pemanfaatan data hasil pemetaan untuk mendukung kebijakan berbasis data (data-driven policy) di tingkat desa. Sedangkan BPS Kabupaten Jembrana memaparkan pentingnya integrasi data pertanian desa dengan sistem statistik nasional.

Kepala Desa Penyaringan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kegiatan pemetaan ini sangat penting agar Desa Penyaringan memiliki data yang valid terkait kondisi lahan pertanian subak, sehingga perencanaan pembangunan dapat lebih terarah,” ujarnya.

Hasil pemetaan akan didokumentasikan dalam bentuk peta digital dan laporan komprehensif yang dapat dimanfaatkan oleh perangkat desa, kelompok subak, maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan dukungan kolaborasi dari berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pertanian desa dan menjaga keberlanjutan subak sebagai warisan budaya sekaligus penopang ketahanan pangan.